Wednesday, August 13, 2008

Perangkap


"Perangkap" ini kadang datang dalam hidup kita

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.

Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan

dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa

mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.

Sang tikus kaget bukan kepalang.

Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus

di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."



Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak

berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.

Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang

bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi

perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "

Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia

akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap

tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat

perangkap tikusnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa.

Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang

istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri

terkena gigitan ular tersebut.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya

sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau,

sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)

Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman

menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya

untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani

harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang

melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa

hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak

digunakan lagi.

SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN

MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... MAKA PIKIRKANLAH SEKALI LAGI

Adapted from Aldo Desatura (R) & (c)


5 comments

  1. me2d said:

    cerita yang bagus. bisa jadi referensi buat orang yang masih sering bersifat apatis terhadap sekitar

  2. me2d said:

    Tes komentar ni....
    Waduh, itu siapa yang tulis komentar ya? kok pake id gw?
    Pasti ada yang make laptop gw ni :-/

  3. Anonymous said:

    tes...tes...tes... halo...halooo... kotak komennnnn... halooo...

  4. Anonymous said:

    Akhirnya muncul juga ni kotak komentarnya.... he..he...he...

  5. 70-634 said:

    Nice article of perangkap. Thanks for sharing nice information and good stuff.

Post a Comment