Sunday, March 15, 2009

Battery / Accu

Pasti semua orang yg memiliki kendaraaan baik itu roda dua maupun roda empat mengetahui adanya fungsi atau peran battery sebagai penunjang kelistrikan pada kendaraan, karena merupakan sumber tenaga semua kelistrikan sepeda motor baik itu klakson, lampu sein, starter, dll
Sebagai sumber kelistrikan, accu butuh perawatan.
Karena letaknya tersembunyi, perhatian kerap terlupakan.
Sepanjang motor bisa hidup, lampu menyala, klakson berbunyi,
dianggap kondisi accu masih baik.
Tragisnya, pemilik motor baru sadar setelah air accu habis.
Padahal kondisi ini merusak sel-sel plat di dalam accu.
Menjaga kualitas kerja accu, paling sederhana dengan menjaga
ambang batas air accu dan kebersihannya.
Air accu merupakan cairan elektrolit yang merendam plat untuk
menyimpan arus listrik searah (DC). Jika air accu di bawah batas,
kerja accu menyimpan listrik tidak optimal

Accu kering dan accu basah


Seperti yang mungkin kita ketahui, ada beberapa jenis type dan ukuran Accu atau battery yang dijual dipasaran. Ada accu kering atau yang populer disebut Maintenance free dan accu basah yang umum kita pakai. Disebut accu kering karena memang kita tidak perlu menambah air pada accu jenis ini, sementara accu basah adalah accu yang berisi air accu yang mesti kita periksa ketinggian airnya, jangan sampai kering dan jangan sampai berlebih.

Menurut keterangan dari produsen accu, accu kering atau maintenance free lebih cocok untuk di Eropa dan negara yang mempunyai musim salju / winter, sedangkan accu basah lebih baik untuk daerah tropis yang tidak mempunyai musim salju.

Pada saat membeli accu, tanyakanlah pada penjual perawatan accu yang mesti dilakukan. Bila perlu minta buku petunjuk perawatannya. Hal ini perlu untuk mengetahui dengan mendetail bagaimana merawat accu yang baru beli agar umur pakainya lebih panjang atau minimal seperti yang disebutkan dalam spesifikasinya.

Pada jaman dahulu, accu baru yang kita beli tidak bisa langsung dipakai. Accu baru bisa dipakai setelah didiamkan selama kurang lebih 2 jam setelah diisi air accu aktif atau Zwavelzuur. Setelah dua jam, baru bisa dipasang dan dipakai.

Saat ini jaman sudah begitu modern, accu yang baru kita beli bisa langsung dipakai start, setelah diisi dengan Zwavelzuur. Lebih praktis dan effisien.
Namun sebagai upaya menjaga kekuatan accu, sebaiknya tunggulah setidaknya satu jam setelah diisi Zwavelzuur sebelum accu tersebut dipasang di kendaraan kita dan dipakai untuk menghidupkan mesin.


Rawatlah Aki Agar Tak Bikin Susah


Masih Banyak pemilik motor kurang peduli dengan aki. Apalagi beberapa tipe mesin ada yang bisa tanpa Aki masih bisa dihidupkan kendati agak susah, karena harus menggunakan engkol kaki. Aki sangat penting, karena merupakan sumber tenaga untuk mengaktifkan CDI yang bertugas mengatur waktu pengapian. Fungsi aki pada mesin-mesin sekarang bukan sekedar memudahkan untuk menghidupkan mesin, juga salah satu jaringan komponen yang mengaktifkan kerja sistem pengapian.
Tepatnya sistem pengapian sekarang, yaitu komponen yang dinamakan CDI, bekerja dengan arus DC, atau searah. Jadi berlawanan dengan jenis listrik yang dihasilkan mesin yaitu AC, atau arus bolak-balik. Arus ini kemudian diubah menjadi DC melalui rektifier (dikenal juga dengan kiprok) dan sifat arus listrik benar-benar DC (murni). Di lain hal, tegangan listrik yang dikeluarkan dari generator, regulator dan rektifier stabil. Nah, bila aki dilepas atau kondisinya tidak normal (air kurang atau salah satu sel rusak), maka untuk mengaktifkan CDI, berarti pasokan listrik langsung diambil dari rektifier. CDI yang teridiri dari komponen elektronik, tidak dapat mencerna arus listrik ini secara terus menerus. Kalau dipaksakan, akhirnya akan rusak dan mati. Padahal harganya cukup mahal. Untuk mencegah agar tidak cepat pensiun dan tidak menguras isi kantong, tetaplah pasang aki dan pelihara kondisinya (Cairan elektrolit, dan kebersihan terminalnya). Bisa jadi, bila tidak repot, gunakan Aki MF (maintenance Free) yang tak memerlukan elektrolit. Sip kan ?

Perawatan Battery

Periksalah Battery sepeda motor Anda pada 500 km pertama dan setiap 3000 km selanjutnya.
Permukaan air accu bisa diperiksa dengan :
1. Membuka tempat duduk / jok (ada juga yg berada ditempat lain).
2. Lepas tali pengikat.
3. Lepaskan baut pengikat battery.
4. Angkat battery
5. Lihat permukaannya.

Permukaan cairan harus selalu diperhatikan agar tetap berada antara garis permukaan atas dengan garis permukaan bawah. Jika permukaan berada pada garis permukaan bawah tambahkan air accu hingga mencapai batas permukaan atas. Jangan sekali-kali memakai air biasa.

Peringatan :
  • Jangan sekali-kali menambahkan Accu-Zuur, pada saat menambah air accu.
  • Hati-hati, jangan membengkokkan, merusak atau merubah jalannya saluran udara dari accu. Saluran tersebut telah dipasang pada tempat yang benar pada accu dan ujungnya selalu terbuka.
  • Menyambung kabel Accu, kabel warna merah harus disambung ke terminal positif (+) pada Accu dan kabel warna hitam atau hitam bergaris putih ke terminal negatif (-) dari Accu. Bila penyambungannya salah dapat merusak sistim pengisian dan Accu.

dari berbagai sumber

2 comments

  1. Job search said:

    nice article

  2. Anonymous said:

    mau tanya, kenapa ya motor gue accunya baru, tapi waktu motor di nyalain kontaknya, ga bisa langsung d starter??kalau dah nyala mesinnya, baru bisa starter, klakson, dll?masalahnya apa ya? Thanks before..

Post a Comment