Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Sunday, September 13, 2009

"Every man stamps his value on himself.. Man is made gread or small by his own will" (J.C.F. Van Schiller)

Pernahkan anda memaki atau dimaki? Disebabkan oleh suatu hal atau tanpa sebab sekalipun, diduga atau tanpa diduga, agresi kata-kata kasar sering kali ikut terlibat.

Jika ada seseornag yang menawarkan lembaran uang Rp.50.000,- kepada anda, bagaimana reaksi anda?
Lalu dia melipat-lipat uang tersebut, apakah anda akan tetap mengambilnya?
Kemudian uang tersebut di dijatuhkan, diinjak-injak hingga lecek dan kotor, masih berhasratkah anda untuk memilikinya?
Sudah pasti tentunya, sebab semua yang dilakukan tidak akan mengurangi nilai uang tersebut. Nilainya tetap saja 50.000.

Kajadian dimaki atau memaki dengan kata-kata kotor mungkin mengejutkan pada kali pertama, namun cenderung mnjadi awal kebiasaan pada kali berikutnya. Menyumpah serapihi, memaki, mengumpati sama sebangun dengan tindakan owner dari lembaran uang 50.000 tadi yang melipat, menjatuhkan, melumat dan mengecek lembaran tersebut. Perilaku itu sama identiknya dengan keputusan kita, atau lingkungan kita, baik ketika mengumpati, memaki, menyumpahi, melabel atau memberikan stigmatisasi terhadap sesuatu objek atau seseorang pribadi.

Bayangkan jika yang kebetulan menjadi objek yang terkena stigmatisasi itu adalah diri anda, betapa anda akan merasa tidak bernilai. Setidaknya anda merasa bahwa harga diri anda direndahkan. Bahkan oleh apapun yang akan dan sudah terjadi pada anda. Sebenarnya, anda tidak akan kehilangan nilai diri anda. Dimaki sebagai kotor atau bersih, dekil atau perlente, berkerut atau rata, adil atau batil, diri anda tetap dan tak hilang, tak luntur, apalagi dimata orang-orang yang menyayangi anda.

Otomatisasi makian, mulai dari yang berspesies binatang piaraan, alat vital, hingga adjective words yang berhubungan dengan karakter, tampaknya makin sering kita saksikan disekitar kita, tak terkecuali dilingkungan keluarga, niaga, bisnis, parlemen, pemerintahan, di wall space virtual macam face book, bahkan di institusi keagamaan dan pendidikan, kekerasan kata menjadi banjir bandang yang kian sulit dibendung.

Sebagai contoh, mungkin diantara kita pernah menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri bagaimana seorang guru memuntahkan makian didepan para muridnya, ternyata sampai pada pemahaman bahwa sebenarnya makian itu bukan merupakan sesuatu yang direncanakan. Makian ungkapan sarkas dan pembunuhan karakter diruang kelas oleh guru tidak dimaksudkan untuk mengoreksi kesalahan terkait pelajaran atau disiplin. Sebaliknya, merupakan data tentang inkompetensi, ketidak yakinan, bad mood, pelampiasan lain, dan sebagainya, yang kesemuanya bersumber pada kondisi para guru. Sehingga guru yang melakukan agresi kata segera kehilangan otoritas didepan kelas, dan makiannya pun kehilangan efektivitas.

Dari perspektif si pemaki, tampaknya terdapat anggapan tentang restriksi legal yang membuat mereka terbatas menanggapi tindakan yang tidak mereka sukai (adversif). Dan hal ini juga bukan karena mereka sadar tentang masih tersedianya prosedur lain, termasuk yang berlaku disuatu lingkup seperti sekolah atau keluarga misalnya. Dalam diri para pemaki terdapat dua pandangan tentang tindakan menghukum. Pertama, berupa reaksi tak terduga yang tersampaikan (contigent delivery) terhadap konsekuensi yang tak mereka sukai. Kedua, penggunaan reaksi tak terduga namun tak tersampaikan (contigent nondelivery) terhadap tindakan positif yang biasanya ditunjukkan pada perilaku yang tak diinginkan.

Faktanya, tidak ada tindakan yang terjadi tanpa dikehendaki, yang ada hanyalah kemauan yang tak tersadari. Pokok permasalahn ada pada ketaksadaran terhadap kemauan sendiri akibat terlalu banyak menunda merespon hal yang tak disukai. Padahal, merespon adalah cara mengakui eksistensi dan menghargai nilai diri sendiri tepat pada waktunya.
READ MORE - Menghargai Diri
Monday, March 16, 2009
1) Penaklukan Baitulmuqaddis
Dari Auf b. Malik r.a. katanya,Rasulullah s.a.w telah bersabda:
"Aku menghitung 6 perkara menjelang hari kiamat." Baginda menyebutkan salah 1) diantaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis." - Sahih Bukhari

~ dah mulai kan?...

(fyi, hari ini kaum militan Yahudi sedang berusaha mengepung dan membakar masjid Al Aqsa. Palestina sedang mempertahankan. Mari kita berdoa beroda utk kejayaan dan kemuliaan Islam)

2) Zina bermaharajalela.
"Dan tinggallah manusia2 yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keledai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." - Sahih Muslim

~ Dah tampak kan?...

3) Bermaharajalela alat musik.
"Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan & ....
perubahan muka."
Ada yang bertanya kepada Rasulullah; "Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?" Baginda
menjawab; "Apabila telah bermaharajalela bunyian (musik) & penyanyi2 wanita" -Ibnu Majah

~ S'pore Idol, Malaysian Idol, Akademi Fantasia, Audition dan macam macam lagi

4) Menghias masjid & membanggakannya.
"Di antara tanda2 telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegahan dalam mendirikan masjid" -
Riwayat Nasai.

~ terlihat sudah masjid2 besar tanpa jamaah...

5) Munculnya kekejian, memutuskan kerabat & hubungan dengan tetangga tidak baik.
"Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan & perkataan keji, memutuskan hubungan
silaturahim & sikap yang buruk dalam tetangga." - Riwayat Ahmad dan Hakim.

~ ada anak tak mengakui orang tua karena malu

6) Ramai orang soleh meninggal dunia.
"Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang2 yang baik & ahli agama di
muka bumi,maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang2 yang hina & buruk yang tidak
mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran" - Riwayat Ahmad

~ boleh kita hitung berapa ulama besar yang tinggal.. .

7) Orang yang hina mendapat kedudukan terhormat.
"Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka' bin
Luka'(orang yang bodoh & hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang
beriman yang diapit oleh 2 orang mulia" - Riwayat Thabrani

~ george bush

8) Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja.
"Sesungguhnya di antara tanda2 telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu
mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja." - Riwayat Ahmad

~ Terkadang sesama muslim kenal pun tak bertegur sapa...

9) Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. "Di antara anda2 telah hari kiamat ialah akan muncul pakaian2 wanita & apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang".

~ Pakaian zaman sekarang ini (tube, spaghetti strap, g-string etc etc)

10) Bulan sabit kelihatan besar.
"Di antara tanda2 telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit." - Riwayat Thabrani

~ Gak percaya lihat saja sendiri...

11) Banyak dusta & tidak tepat dalam menyampaikan berita.
"Pada akhir zaman akan muncul pembohong2 besar yang datang kepadamu dengan membawa berita2
yang belum pernah kamu dengar & belum pernah didengar oleh bapa2 kamu sebelumnya, kerana
itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu & memfitnahmu"
- Sahih Muslim -

~ coba baca majalah2 yang popular sekarang ini...

12) Banyak saksi palsu & menyimpan kesaksian yang benar.
"Sesungguhnya sebelum datang-nya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu & disembunyikan kesaksian yang benar." -Riwayat Ahmad

~ tengok ke peperangan Iraq

13) Negara Arab menjadi padang rumput & sungai.
"Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput & sungai2" - Sahih Muslim

~ Dubai dah turun salju... Mina dah kena banjir



TOLONG FORWARDKAN KEPADA TEMAN2 LAIN!
Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Sampaikanlah pesanku biarpun 1 ayat..."
READ MORE - TANDA - TANDA KIAMAT
Friday, September 05, 2008
Suatu hari, Syaqiq Al Balkhi berjumpa dengan Hatim. Syaqiq bertanya, "Selama sehari ini, ilmu apa saja yang sudah kau dapatkan?"Hatim menjawab, "Aku mendapatkan delapan pelajaran:


Pertama, aku perhatikan segala sesuatu di dunia ini. Aku mendapati bahwa setiap orang memiliki kekasih yang sangat dicintainya. Lalu ketika ia mati, ia pun harus rela berpisah dengan kekasihnya. Maka aku menjadikan segala amal shalehku sebagai kekasihku supaya ia tetap bersamaku nanti di alam kubur.Kedua, aku perhatikan firman Allah, "Dan orang yang menahan jiwanya dari hawa nafsu, maka surga adalah tempat kembalinya." (QS. An Nazi'at:40) Maka aku berusaha dengan sungguh-sungguh melawan hawa nafsu agar aku tetap berada dalam ketaatan kepada Allah. Ketiga, aku perhatikan bahwa setiap orang jika memiliki barang yang berharga, ia pasti selalu menjaganya dengan baik. Lalu aku perhatikan firman Allah, "Segala sesuatu yang berada padamu akan binasa, dan segala sesuatu yang berada pada Allah akan kekal abadi." (QS. An Nahl: 96) Oleh karena itu, setiap kali aku memiliki barang berharga, aku selalu menitipkannya kepada Allah supaya menjadi kekal abadi selamanya. Keempat, aku perhatikan manusia selalu berbangga-bangga dengan harta, keturunan dan jabatan, padahal semua itu tak ada harganya sama sekali. Lalu aku perhatikan firman Allah, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa." (QS. Al Hujurat: 13) Oleh karena itu, aku berusaha menjadi orang yang bertakwa supaya menjadi mulia di mata Allah. Kelima, aku perhatikan manusia saling mendengki dan iri hati. Lalu aku perhatikan firman Allah, "Aku telah membagi-bagi jatah hidup mereka." (QS. Az Zukhruf: 32) Oleh karena itu, aku tinggalkan dengki dan iri hati. Keenam, aku perhatikan manusia saling bermusuhan. Lalu aku perhatikan firman Allah, "Sesungguhnya syetan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh." (QS. Fathir: 6) Oleh karena itu, aku tinggalkan permusuhan dengan sesama manusia, lalu aku menjadikan syetan sebagai satu-satunya musuhku. Ketujuh, aku perhatikan manusia menguras tenaga mereka untuk mengais rezeki. Lalu aku perhatikan firman Allah, "Tak ada satu melata pun di muka bumi ini melainkan Allah sudah menanggung rezekinya." (QS. Hud: 6) Oleh karena itu, aku bekerja secukupnya dan seperlunya, dan aku tinggalkan sebagian lainnya. Kedelapan, aku perhatikan mereka hanya berharap dan mengandalkan pada perniagaan, bisnis, serta kesehatan jasmani mereka saja. Maka, aku hanya berharap dan bertawakkal kepada Allah saja. (Kitab Mukhtasar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah) .”

READ MORE - Delapan Pelajaran Hari ini
Wednesday, September 03, 2008

A. HAK BERSAMA SUAMI ISTRI
1. Suami istri mempunyai hak seimbang dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat.

2. Masing-masing suami istri dapat melakukan perbuatan hukum.

3. Halalnya hubungan sebagai suami istri.

4. Menjalankan kekuasaan orang tua terhadap anak-anak yang belum berumur 18 tahun atau belum pernah kawin.
5. Jika suami atau istri melalaikan kewajibannya, masing-masing dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan.

6. Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.

7. Apabila cukup alasan hukum tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami istri, suami dapat mengajukan permohonan talak, sedang istri dapat melakukan gugatan cerai pada Pengadilan.



HAK SUAMI
1. Suami adalah kepala rumah tangga.
2. Harta bawaan yang diperoleh sebagai hadiah atau warisan adalah di bawah penguasaannya, sepanjang tidak ditentukan lain oleh suami istri.


HAK ISTRI
1. Istri adalah ibu rumah tangga.
2. Memperoleh keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuan suami.
3. Memperoleh perlindungan dan perlakuan yang baik dari suami.

4. Memperoleh kebebasan berfikir dan bertindak sesuai dengan batas-batas yang ditentukan dalam ajaran agama dan norma sosial.
5. Harta bawaan yang diperoleh sebagai hadiah atau warisan adalah di bawah penguasaannya, sepanjang tidak ditentukan lain oleh suami istri.


Hak-Hak Suami Dari Istrinya
• Isteri yang sentiasa menjaga kebersihan, kesihatan, dan kesempurnaan dirinya, rumahtangga serta anak-anak
• Isteri yang sentiasa mencintai dan menghormati keluarga suaminya seperti mana ia menghomati dan menyayangi keluarganya sendiri.
• Isteri yang sentiasa menjaga aurat dari pandangan yang bukan mahramnya dan pandangan matanya sendiri
• Tidak membenarkan lelaki yang bukan mahram memasuki rumahnya ketika ketiadaan suami
• Isteri sedia menjadikan suaminya sebagai ketua dalam rumah tangga mereka. Ini kerana sifat semuajadi yang telah Allah anugerahkan kepada kaum lelaki.
• Isteri sedia memberikan kesetiaan, ketaatan dan kepatuhan kepada suaminya selagi suruhan suaminya tidak bertentangan dengan perintah agama.
• Isteri sedia memberikan layanan kasih sayang dan sehingga membuatkan suami merasakan rumah tangganya itu adalah tempat untuk mendapatkan ketenangan dan kebahagian dari sebarang masalah kerja.

• Isteri yang sentiasa menjaga rahsia dan maruah suaminya begitu juga dengan maruahnya sendiri ketika ketiadaan suaminya
• Isteri mestilah memohon keizinan suaminya untuk keluar dari rumah atau mengerjakan puasa sunat.
• Isteri mestilah bijak menguruskan harta suami dalam berbelanja dengan kadar yang sederhana serta tidak membazir cara ini dapat menyelamatkan suami dari masalah kewangan

• Isteri yang sedia menerima pemberian suami dengan penuh keikhlasan dan kerelaan.

• Isteri yang tidak meminta sesuatu yang suami tidak mampu untuk menunaikannya

• Isteri yang sentiasa bersyukur dan tenang sama ada menerima nikmat atau dugaan dari Allah.

• Sedia melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang isteri dan ibu serta perintah Allah dengan tabah dan sabar.
Berdiam diri sambil mendengar bila suaminya sedang bercakap.
• Isteri yang sedia melayani dan memenuhi kehendak batiniah suami bila di perlukan

• Isteri yang sentiasa menghias diri bila di hadapan suami dan sebaliknya pula bila ketiadaan suaminya.
• Isteri yang sentiasa mendahulukan keperluannya suami dari keperluannya sendiri
• Isteri yang sentiasa bersikap malu terhadap suaminya.bersopan santun dalam perkataan dan juga perbuataannya
• Isteri yang menemani suaminya ke muka pintu bila ia hendak keluar dan menyambutnya dengan senyuman bila ia pulang

B. KEWAJIBAN BERSAMA SUAMI ISTRI
1. Menegakkan rumah tangga.
2. Harus mempunyai tempat kediaman yang tetap.

3. Saling mencintai, menghormati, setia dan memberi bantuan lahir batin.

4. Saling memelihara kepercayaan dan tidak saling membuka rahasia pribadi.
5. Sabar dan rela atas kekurangan dan kelemahan masing-masing.
6. Selalu bermusyawarah untuk kepentingan bersama.

7. Memelihara dan mendidik anak penuh tanggung jawab.

8. Menghormati orang tua dan keluarga kedua belah pihak.

9. Menjaga hubungan baik bertetangga dan bermasyarakat.


KEWAJIBAN SUAMI
1. Memimpin dan membimbing keluarga lahir batin.
2. Melindungi istri dan anak-anak.

3. Memberikan nafkah lahir dan batin sesuai dengan kemampuan.

4. Mengatasi keadaan dan mencari penyelesaian secara bijaksana serta tidak bertindak sewenang-wenang.

5. Membantu tugas istri dalam mengatur urusan rumah tangga.


KEWAJIBAN ISTRI
1. Menghormati dan mencintai suami.
2. Mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya.

3. Memelihara dan menjaga kehormatan rumah tangga.

Jika seorang suami bangun pada malam hari, lalu membangunkan isterinya, kemudian keduanya shalat sunnah/malam, maka keduanya akan dicatat sebagai suami isteri yang berdzikir/ingat kepada Allah (akan selalu dijagaNya). (HR. Ibnu Hibban dari Abu Sa’id).
"Kalau seorang perempuan melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan,menjaga kehormatannya, taat kepada suaminya, maka kelak dia akan masuk ke dalam surga". (HR. Bazzar dari Anas). Beribadahlah kalian kepada Allah, Dzat yang Maha Pemurah dan Pengasih, berikanlah makananmu pada orang-orang yang membutuhkan, sebarkanlah salam (ucapan dan perbuatan yang menyelamatkan), maka kelak kamu akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan". (HR. Turmudzi dari Abu Hurairah). Renungan suami istri Untuk suami Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahsia. Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah pun tidak setabah Fatimah. Justeru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita- cita menjadi solehah ... Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama Isteri menjadi tanah kamu langit penaungnya Isteri ladang tanaman kamu pemagarnya Isteri kiasan ternakan kamu gembalanya Isteri adalah murid kamu mursyidnya Isteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanya Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya seandainya isteri tulang yang bengkok berhati hatilah meluruskannya ... Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah swt. karena memiliki isteri yang tak sehebat mana Justeru kamu akan tersentak dari alpa Kamu bukanlah Rasulullah saw .. Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh ... amin. Untuk isteri Pernikahan atau perkahwinan membuka tabir rahasia Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad saw ... Tidaklah setaqwa Ibrahim Pun tidak setabah Ayyub atau pun segagah Musa ..apalagi setampan Yusuf Justeru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita cita membangun keturunan yang soleh... Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama Suami menjadi pelindung kamu penghuninya Suami adalah nahkoda kapal kamu pengemudinya Suami bagaikan pelakon yang nakal kamu adalah penonton kenakalannya Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananya Seketika suami menjadi bisa kamulah obat penawarnya Seandainya Suami bengis lagi lancang sabarlah memperingatkannya.. Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa Untuk belajar meniti sabar dan redha Allah swt Karena memiliki suami yang tak segagah mana Justeru kamu akan tersentak dari alpa Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga Pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah ... amin ... Justeru itu wahai para suami dan isteri. jangan menuntut terlalu tinggi seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya Suami & isteri ingatlah: Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah andai diri tidak semulia Rasulullah Tidak perlu mencari isteri secantik Balqis andai diri tidak sehebat Sulaiman Mengapa mengharapkan suami setampan Yusof seandainya kasih tak setulus Zulaikha Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah..

PAHALA SEORANG IBU

1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya.Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.

7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah dan orang yang takutkan Allah, akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.

12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab rasulullah, "Suaminya. "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah, "Ibunya".

13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut,burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.

17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.

18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

19. Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.


30 Larangan buat Wanita

1. Menyambung rambut palsu.

2. Bertatu, mencabut bulu wajah dan mengikir gigi.

3. Keluar rumah dengan memakai minyak wangi.

4. Memperlihatkan perhiasan(bersolek) di depan lelaki lain.
5. Menolak panggilan suami untuk tidur bersama.

6. Membuka rahsia hubungan suami isteri.

7. Berpuasa sunat tanpa izin suami.

8. Membelanjakan harta suami, tanpa izin suami.

9. Derhaka kepada suami.

10. Meminta cerai tanpa sebab yang jelas.

11. Mengingkari kebaikan suami.

12. Bersama lelaki lain yang bukan mahram.

13. Memandang lelaki yang bukan mahramnya.

14. Bersalaman dengan lelaki bukan mahram.

15. Menyerupai lelaki.

16. Membuka rahasia wanita lain kepada suami.

17. Memandang aurat wanita lain.

18. Keluar rumah tanpa ada keperluan.

19. Masuk permandian awam.

20. Mencakar-cakar tubuh ketika dapat musibah.

21. Meratapi kematian.
22. Berhias atas meninggalnya seseorang.

23. Menghantar jenazah.
24. Mempercayai dukun dan peramal.

25. Menyumpah anak-anak sendiri.

26. Tidak bertegur sapa dengan sesama muslim.

27. Menganiaya pembantu.

28. Mengganggu jiran.

29. Minta cerai kerana suami sakit.
30. Minta cerai kerana suami menikah lagi.
READ MORE - HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI